MAKALAH PEMBUATAN DONAT
Karya:
latif abdul latif
3.1
Dasar
Teori
Donat
(doughnuts atau donut) adalah penganan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula,
telur, dan mentega. Donat yang paling umum adalah donat berbentuk cincin dengan
lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isi yang rasanya manis, seperti berbagai jenis selai, jelly,
krim, dan custard. Donat sama sekali berbeda dengan bagel,mulai dari bahan
adonan, teknik pembuatan hingga cara menghidangkan, walaupun keduanya memiliki
bentuk yang hampir sama.
Adonan
donat yang tersisa sewaktu membuat donat berbentuk cincin sering dijual sebagai
doughnut hole atau dicampurkan lagi
ke dalam adonan untuk membuat donat baru. Adonan donat terdiri dari dua jenis, adonan yang dibangunkan dengan ragi
seperti adonan roti,dan adonan kental seperti adonan cake. Donat dari adonan
tepung yang memakai ragi biasanya kadar lemak 25% dari berat donat, sedangkan
donat adonan cake mengandung kadar lemak 20%. Donat dari adonan cake digoreng
selama 90 detik bolak- balik di dalam minyak bersuhu antara 190⁰C
hingga 198⁰C. Sedangkan
donat dari adonan tepung yang dibangunkan oleh ragi memerlukan waktu
penggorengan yang lebih lama (sekitar 150 detik) didalam minyak bersuhu 182⁰C
hingga 190⁰C.
3.2
Sejarah
Singkat
Menurut
Gumilar (2013:7) Asal-usul donat sering menjadi sumber perdebatan. Salah satu
teori mengatakan donat dibawa ke Amerika Utara oleh imigran dari Belanda yang
juga mempopulerkan hidangan penutup lain seperti:
kue kering, cream pie dan cobbler.
Cerita lain mengatakan donat berbentuk cincin
diciptakan kapten kapal asal Denmark bernama Hanson Gregory. Sang kapten sering
harus menyetir kapal dengan kedua belah tangan karena kapal sering dilanda
badai. Kue gorengan yang dimakan ketika sedang menyetir ditusukkan ke roda
kemudi kapal, sehingga kue menjadi bolong. Kebetulan bagian tengah kue juga
sering belum matang, sehingga donat yang terkena minyak bertambah dan donat
cepat matang.
3.3
Karakteristik Bahan
a.
Tepung
Terigu
Fungsi
tepung terigu adalah membentuk jaringan roti. Gunakan
tepung terigu yang mempunyai kandungan protein tinggi (± 13%), karena protein
tinggi membantu memberikan volume yang baik terhadap hasil jadi roti. Di pasaran, contoh tepung terigu yang
berprotein tinggi adalah cap cakra atau merk lain. Kadang kala tepung terigu berprotein
tinggi dicampur dengan tepung terigu protein sedang (+ 11 %) supaya
menghasilkan roti yang empuk dengan volume yang baik. Contoh tepung terigu
berprotein sedang adalah cap segitiga atau merk lain. Protein tepung mengandung
glutenin dan gliadin, yang kalau dicampur dengan air dan diuleni akan menjadi
gumpalan yang elastis (gluten). (Anonim, 2000)
Pada umumnya tepung terigu berdasarkan
kategori dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu tepung terigu berprotein
rendah, sedang, tinggi.Penjelasannya sebagai berikut.
1.
Tepung
terigu protein rendah (Soft flour)
Tepung terigu berkadar
gluten rendah memiliki kandungan protein antara 7,5 - 9 %. Umumnya digunakan
untuk membuat kue kering ataupun cake yang menggunakan terigu gluten rendah
memiliki tekstur yang lebih lembut dan struktur yang lebih lembut. Contohnya tepung terigu kunci.
2.
Tepung
terigu protein sedang (Medium flour)
Sesuai namanya, tepung
terigu serba guna ini bisa dipakai untuk roti, cake, aneka pastry dan kue
kerinng, hanya saja hasilnya tidak semaksimal jika menggunakan terigu
semestinya.
Roti yang menggunakan sedang akan
lebih empuk tetapi volumenya tidak akan sebesar yang menggunakan terigu
bergluten tinggi. Sedangkan kue kering yang menggunakan tepung terigu sedang,
hasilnya tidak akan serenyah yang memakai terigu kadar protein rendah. Namun
jika membuat kue kering yang dicetak atau dibentuk dengan menggunakan tangan,
paling baik memakai
terigu sedang karena kadar gluten yang ada didalamnya membuat ikatan dalam
adonan lebih kuat sehingga tidak mudah hancur atau pecah. Contohnya, tepung
terigu segitiga.
3.
Tepung
terigu protein tinggi (Hard flour)
Memiliki kadar gluten
sekitar 12-14 % sehingga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Terigu
ini biasanya digunakan untuk membuat roti atau adonan yang menggunakan ragi
(yeast) sebagai bahan pengembang.
Protein yang tinggi dapat
memberikan struktur yang kuat sekaligus tekstur liat yang dibutuhkan oleh
adonan. Tidak hanya itu saja, tepung terigu
jenis ini juga cocok untuk pembuatan mie. Contohnya
tepung terigu cakra kembar.
Agar menghasilkan roti
yang baik diperlukan bahan baku yang baik pula untuk itu di perlukan terigu
yang baik antara lain:
Ciri-ciri terigu yang
baik antara lain:
1. Warna
terigu putih
2. Tidak
menggumpal
3. Tidak
berbau apek
4. Tidak
ada kutunya
Tabel 3.1
Komposisi Tepung Gandum
No
|
Kandungan
|
Jumlah (%)
|
1
|
Pati
|
70
|
2
|
Air
|
14
|
3
|
Protein
|
11.5
|
4
|
Lemak
|
1
|
5
|
Gula
|
1
|
6
|
Mineral
|
0.4
|
7
|
Lain-lain
|
2.1
|
Sumber:
Anonim 2000, Komposisi Tepung Gandum
b.
Ragi
Ragi
adalah suatu macam mikroorganisme bersel satu yang tergolong kedalam keluarga
cendawan, ragi berkembang biak dengan sesuatu proses yang di kenal dengan
pertunasan (budding) yang menyebabkan
peragian bila lingkungannya tepat, ragi
tidak mengandung zat warna hijau klorofil dari species Saccharomycces cerevisiae, hidup dengan memakan karbohidrat.
Menurut
Gumilar (2013:10)
fungsi ragi adalah sebagai berikut.
a. Mengubah
gula menjadi gas karbondioksida (C02)
yang menyebabkan adonan mengembang.
b. Memantangkan
dan mengempukan gluten di dalam adonan sehingga gluten mampu menahan gas yang
dihasilkan.
c. Memberi
rasa enak dan aroma yang di hasilkan selama fermentasi.
c. Air
Menurut Gumilar (2013:11) fungsi air untuk melarutkan bahan-bahan
kering menjadi adonan, membentuk gluten, dan mengontrol suhu adonan. Kalau memakai air tanah sebaiknya
direbus dulu untuk menetralkan pH air, dan gunakan air es dalam setiap
pembuatan roti, supaya adonan tidak panas.
d. Garam
Menurut Gumilar (2013:11) fungsi garam sebagai memberi rasa, juga
memperkuat jaringan gluten, membangkitkan rasa bahan-bahan lainnya, dan
mengontrol fermentasi. Pergunakan
garam yang mudah larut dan bersih dari kotoran.
Bahan Tambahan Pembuatan Donat
a.
Gula
Menurut
Gumilar (2013:11)
selain memberikan rasa manis, gula juga
membuat tekstur roti lebih lembut, memperpanjang umur roti, serta memberikan
warna pada permukaan roti. Gula yang dipakai dalam resep-resep roti manis special adalah gula pasir halus (granulated sugar) yang mudah larut dalam
air, sebaiknya hindari pemakaian gula pasir yang kristalnya besar dan susah
larut dalam air.
b.
Telur
Menurut
Gumilar (2013:12) telur fungsinya
memberi rasa gurih dan menambah nilai gizi dan pemakaian kuning telur yang
berlebihan membuat roti menjadi tidak kekar bentuknya. Gunakan telur yang segar
sehingga tidak mengurangi kualitas roti.
c.
Susu
Susu
sering disebut bahan pelengkap. Susu merupakan suatu emusi dari partikel lemak
air yang mengandung protein,gula dan mineral .Protein dalam susu mempunyai
komposisi casein (75-80%) dan lactabumin
(20%) gula dalarn susu mengandung laktosa 4,75% yang yang tidak begitu manis
dan tidak dapat di fermentasi oleh yeast mineral dalam susu yang utama adalah
kalsium, phosphor, dan zat besi sedangkan susu mengandung semua vitamin dan merupakan
sumber yang baik untuk vitamin A, B, dan B2.
Dalam pembuatan roti susu berfungsi sebagai berikut.
a. Menambah
gizi.
b. Memperkuat
gluten.
c. Menambah
daya serap air.
d. Menambah
toleransi terhadap waktu fermentasi.
e. Membuat
roti lebih empuk dalam waktu yang lebih lama.
d.
Butter
(mentega)
Terbuat
dari lemak susu dan mengandung cairan 16
%. Fungsinya sama dengan margarine tetapi memberi rasa dan aroma yang lebih
baik dari margarine. Dalam pembuatan roti biasanya butter dipakai untuk
dicampur dengan margarin agar lebih ekonomis.
Formula bahan pembuatan
donat yang digunakan adalah sebagai berikut.
Tabel
3.2 Formula Bahan Pembuatan Donat
No
|
Nama
Bahan
|
Jumlah
|
1.
|
Tepung Cakra
|
400 gram
|
2.
|
Tepung Segitiga
|
100 gram
|
3.
|
Ragi
|
11 gram
|
4.
|
Air
|
230 ml
|
5.
|
Margarine
|
55 gram
|
6.
|
Telur
|
2 butir
|
7.
|
Gula
|
100 gram
|
8.
|
Garam
|
5 gram
|
9.
|
Susu
|
25 Gram
|
3.4
Proses
Pembuatan Donat
a. Pemilihan Bahan
Bahan-bahan
yang digunakan dalam proses pembuatan donat haruslah baik dan bermutu tinggi
karena bahan ini sangat berpengaruh dalam produk akhir. Dalam pemilihan bahan
kita haru memilih kualitas yang baik dan juga bagi umat muslim harus memilih
bahan yang bersertifikat halal.
b. Penimbangan bahan
Bahan
yang akan dipakai haruslah ditimbang dengan baik dan benar tujuannya agar
sesuai dengan formula yang telah ditentukan.Dalam hal penimbangan kita harus
teliti dan cepat dan bagi penimbangan air jangan terlalu banyak dulu hal ini
mencegah terjadinya adonan yang lembek.
c. Pengadukan (15 s/d 20 menit)
Pencampuran
atau mixing tujuannya yaitu untuk
mencampur bahan secara homogeny agar semua bahan mendapatkan hidrasi yang
sempurna. Dalam pengaduan lakukanlah bahan yang kering terlebih dahulu (terigu, gula, ragi dan susu) kecuali garam. Barulah semua bahan dicampurkan untuk hidrasi yang
sempurna dari pati dan protein sehingga membentuk gluten, pelunakan gluten dan
memperoleh kekuatan untuk menahan gas yang sangat baik. Lama pengadukan
tergantung banyak atau sedikitnya protein yang terkandung dalam terigu. Biasanya
semakin banyak proteinnya semakin lama pengadukannya, begitu pula sebaliknya.
d. Fermentasi 1 (15 menit)
Adonan
yang telah tercampur hingga kalis dilanjutkan dengan proses fermentasi, yaitu
adonan dibiarkan beberapa saat pada suhu 350C, pada proses ini
terjadi reaksi gula dan ragi, sehingga membentuk gas CO2 akan
terlihat dengan tanda adonan yang mengembang, alkohol dan asam-asam organik
ditandai dengan bau yang khas, karbohidrat yang mengalami proses fermentasi
terdiri dari tepung, pati dan gula pasir.
Proses ini adonan ditutup dengan kain basah dan akan menghasilkan gas.
e. Penimbangan
Dilakukan
penimbangan dengan tujuan agar donat sesuai dengan besarnya atau berdasarkan
bentuk yang diinginkan. Penimbangan dilakukan dengan
cepat dan tepat, apabila menggunakan alat pemotong adonan akan terbagi menjadi 36 buah.
f. Pembulatan adonan( Rounding)
Proses
pembulatan tujuannya untuk membentuk lapisan tipis dipermukaan adonan yang
dapat menahan gas dari hasil fermentasi. Hal
ini dapat menghaluskan tekstur pada adonan.
g. Fermentasi 2 ( 10 s/d 15 menit)
Dilakukan
proses fermentasi ke dua, selama proses ini adonan donat yang telah dibulatkan
kemudian ditutup dengan plastik agar suhu adonan tetap lembab tujuannya yaitu
untuk melunakan gluten dan mempercepat fermentasi berikutnya.
Fermentasi ke dua merupakan proses pengistirahatan
adonan untuk beberapa saat pada suhu 350C dengan waktu 15 menit agar
mempermudah proses selanjutnya dan waktunya tergantung dari kondisi adonan
supaya adonan tidak pecah atau rusak pada saat dibentuk.
h. Pembuangan gas pada adonan
Selanjutnya
dilakukan pembuangan gas tujuannya yaitu menghaluskan tekstur adonan donat. Hal ini dapat menghaluskan tekstur donat
dan menghindari donat dalamnya kosong. Pembuangan gas dapat dilakukan dengn cara di roll atau dikempiskan dengan tangan.
i.
Pembentukan
adonan
Proses
pembentukan adonan dilakukan untuk memberi bentuk adonan donat sesuai
keinginan. Dan usahakan
bentuknya seragam.
j.
Penyimpanan
donat di loyang
Adonan
yang telah dibentuk kemudian disimpan diloyang disusun rapi dan diberi jarak
setiap adonan donat. Penyimpanan
donat jangan terlalu rapat.
k. Fermentasi akhir (Proofing)
Final
proofing merupakan tahap fermentasi akhir sehingga terjadi
pengembangan adonan yang mencapai volume optimum baik temperatur sekitar 35-40OC
dan kelembapan relatif 80-85% dalam
fermentasi ini ragi donat menguraikan gula dalam adonan dan menghasilkan gas
karbondioksida, gas yang terbentuk mengembangkan adonan dan menghasilkan remah
donat yang berpori-pori. Pada proses fermentasi ini perlu diperhatikan karena
apabila terlalu lama adonan yang telah mengembang akan mengalami over atau
kembali kebentuk semula. Fermentasi
akhir dilakukan untuk mencapai bentuk donat yang maksimal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses fermentasi adalah air, zat makanan,
suhu, oksigen, pH dan zat penghambat
(Departemen P & K, 1997)
l.
Penggorengan
Donat
Dilakukan
penggorengan donat untuk mematangkan adonan donat, penggorengan dilakukan
dengan cara deep frying. Suhu yang digunakan jangan terlalu panas
hal ini mencegah terjadinya dinat gosong. Selama
pengorengan donat harus terus dibolak-balik agar donat matang merata.
m.
Pengangkatan
donat dari wajan
Donat yang sudah matang harus
sesegera mungkin diangkat agar minyaknya pada turun. Dan usahakan jangan sampai ada minyaknya.
n. Pendinginan
Proses pendinginan tujuannya agar kadar minyak
pada donat turun dan mempermudah proses berikutnya.
o. Pemberian Topping
Pemberian
topping atau hiasan dan rasa itu di
sesuaikan dengan selera kita sendiri dan sebagus mungkin, agar para konsumen
tertarik dengan donat yang kita buat. Semakin
bagus kualitas donat yang kita buat semakin mahal juga harganya.
p. Pembungkusan
Hal
ini bertujuan agar donat yang kita buat tetap terjaga dari jamur dalam batas
waktu 2-3 hari.
Gambar
3.1 Diagram Alir
Proses Pembuatan Donat
![]() |
![]() |
||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||
3.5
Peralatan
1. Meja
pengolahan, berfungsi sebagai tempat proses pembuatan donat dibentuk, ditimbang, difermentasi,
dikemas, dll.

Gambar 3.1 meja produksi
2. Timbangan,
berfungsi sebagai alat pengukur berat massa bahan dan adonan.

Gambar 3.2 timbangan
3. Flat
, berfungsi sebagai alat bantu/ untuk penyimpanan.

Gambar 3.3 flat
4. Baskom,
berfungsi sebagai wadah tepung.yang akan ditimbang.

Gambar 3.4 baskom
5. Mangkuk
kecil, berfungsi sebagai wadah bahan bahan yang akan ditimbang.

Gambar 3.5 mangkuk kecil
6. Spatula,
berfungsi untuk mengambil margarin dan membalik donat.

Gambar 3.6 spatula
7. Sumpit,
berfungsi untuk mengambil donat yang sudah matang agar tidak terjadi
kontaminasi pada donat apabila hanya menggunakan tangan.

Gambar 3.7 sumpit
8. Wajan,
berfungsi untuk proses penggorengan donat.

Gambar 3.8 wajan
9. Rak
pendingin, berfungsi untuk mendinginkan donat yang dalam keadaan panas.

Gambar 3.9 rak pendingin
10. Plastik
kemasan dan dus, berfungsi untuk mengemas donat yang sudah matang.

Gambar 3.10 plastik kemasan.
11. Kompor,
berfungsi sebagai sumber api untuk proses penggorengan.

Gambar 3.11 kompor gas
3.6
Pengawasan
Mutu
Pengendalian
mutu sangat penting dilakukan pada pengolahan hasil pertanian untuk menjaga
kualitas suatu produk makanan sehingga aman untuk dikonsumsi oleh konsumen.
Pengawasan mutu yang dilakukan terhadap donat yaitu
berupa uji organoleptik. Pengawasan
mutu terhadap donat.Pengujian organleptik terdiri dari sebagai berikut.
1.
Warna
2.
Rasa
3.
Aroma
4.
Tekstur
5.
Kenampakan
SELAMAT Mencoba Kawan :D









Tidak ada komentar:
Posting Komentar